Pak Menteri, Ada Orang Miskin Dilarang S…

Pak Menteri, Ada Orang Miskin Dilarang Sekolah
Selasa, 3 Agustus 2010 – 16:36 wib
GRESIK – Ternyata masih ada diskriminasi dalam pendidikan di Gresik. Hal itu dialami dua siswi SD Negeri 1 Sukomulyo, Kecamatan Manyar bernama Ica Nur Safitri dan Karlina Saradevi. Gara-gara belum membayar buku LKS dan kitab, keduanya dilarang sekolah oleh guru.

Terik mentari pagi begitu menyengat. Untungnya angin semilir yang berhembus sedikit mengobati kulit, hingga terhindar dari rasa kering. Di saat itulah, dari luar Balai Wartawan, Jalan Basuki Rahmat, terlihat motor merah berhenti.

Tiga penumpangnya turun. Seorang perempuan berkaos merah dipadu jilbab lebih menginjakkan kakinya. Disusul dua anak perempuan berpakaian seragam sekolah dasar, baju putih dan rok merah dipadu topi. Adapun yang membonceng, laki-laki tegap berjaket.

Selangkah kemudian, keempatnya masuk. Mereka pun memperkenalkan diri sebagai dua siswi SD Negeri 1 Sukomulyo, Kecamatan Manyar; Ica Nur Safitri dan Karlina Saradevi. Kemudian perempuan berusia 38 mengaku sebagai ibunya bernama Sumirah. Sedangkan yang laki-laki mengaku Budiono, selaku paman.

“Ini keponakan saya. Kami mendapat perlakukan tidak adil dari pihak sekolah (SD Negeri 1 Sukomulyo). Dua keponakan saya ini dilarang sekolah oleh gurunya,” kata Budiono (39), warga Jalan Proklamasi Gresik.

Kok bisa? Sambil menarik napas, Budiono meminta Sumirah yang juga adiknya menceritakan balada yang menimpa kedua putrinya. Sambil menata duduknya di kursi, Sumirah memulai bercerita. Hanya terlihat, sepertinya dia tidak kuasa atas beban berat yang dialamainya, hingga tidak tahu harus dari mana memulai cerita.

“Dua anak saya dilarang sekolah oleh gurunya,” katanya sambil menunduk.

Sejenak terdiam. Dia mencoba menguatkan hatinya dan mengumpulkan tenaganya untuk menguatkan berbicara. Ya,gara-garanya dia tidak mampu membayar uang LKS, kitab dab keperluan lainnya yang dibebankan pihak sekolah kepadanya. Nilainya cukup besar bagi keluar keruang mampu itu yaitu Rp660 ribu.

Rinciannya masing-masing; Ica Nur Safitri yang tidak naik dibebani biaya Rp330 ribu. Begitu pun kakanya Karlina Saradevi juga diwajibkan membayar daftar ulang Rp330 ribu. Bagi kebanyakan orang uang sebesar itu tidak terlalu besar. Namun, bagi keluarga Sumirah dengan Barno cukup besar.

Karena keluarga yang tinggal di Jalan Kerang Raya Tepen Baru, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar tergolong miskin. Baron harus mencari rongsokan di Lamongan dan harus pulang 2-3 pekan sekali dengan penghasilan Rp200 ribu. Untuk membantu meringankan, Sumirah kerja membuang sampah di Perum GKB dengan gaji Rp350 ribu sebulan dengan sorenya membantu salah satu catering dengan gaji Rp400 ribu.

Dengan penghasilan yang tak besar itu, Sumirah dan Baron harus membesarkan sembilan putra-putinya. Ica Nur Safitri adalah puti kelima dan Karlina Saradevi adalah putri keempat. Itupun, keduanya masih membantu ngamen sepulang sekolah di Pertokoan Ramayana, Tlogopojok, Kecamatan Gresik sepulang sekolah dengan penghasilan Rp15 ribu.

“Pulang sekolah pukul 12.00 WIB saya membantu orang tua dengan ngamen sampai pukul 16.00 WIB. Karena sepulang ngamen saya harus mengaji,” aku Karlina Saradevi yang mengaku sudah sampai jilid IV metode Qur’ani.

Dengan kondisi itu, wajarlah bila Sumirah belum mampu membayar uang daftar ulang sebesar Rp660 ribu. Apalagi selama ini SPP kedua putrinya gratis.

“Apa tidak ada cara lain. Masak Senin kemarin, setelah upacara anak saya tidak boleh sekolah. Makanya, saya mau daftarkan ke SDN Yosowilangun atau Manyar,” kata Sumirah sambil berkaca-kaca.

Guru Agama SDN Sukomulyo 1 Ainul Maarif yang dikonfirmasi menegaskan, bila pihaknya belum mengeluarkan. Namun, pihak sekolah berharap orang tua ikut membimbing keduanya, hingga benar-benar menjadi siswa yang baik.

“Kami akan menampungnya lagi,” tukasnya. Sedangkan, Camat Manyar, R Andhi Wijaya yang dikonfirmasi mengatakan, bila belum dapat laporan. Hanya dia berjanji mengatasi persoalan itu.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: